Laman

Rabu, 11 Desember 2013

MENGHILANGKAN EB PADA NQD versi 2,4GHz

Menghilangkan Engine Brake

Engine Break adalah istilah yang digunakan oleh kalangan QD’er untuk menyebut suatu keadaan dimana motor/dinamo berhenti lebih cepat/mendadak setelah melepas tuas gas.

Engine Brake terjadi karena adanya tegangan berbalik sesaat, Hal ini karena, saat arus ke kumparan terhenti akan timbul tegangan membalik, dengan polaritas [ + & - ] yang terbalik pula. Pada saat tegangan membalik ini timbul dan kedua ujung kumparan pada keadaan menyatu [ kedua kutub terhubung langsung ] maka tegangan membalik tersebut mensupply  kumparan dalam keadaan polaritas yang terbalik. Dan menghasilkan putaran berlawanan arah. Ini hanya terjadi  sesaat saja. Karena putaran berlawanan arah ini hanya sesaat, maka mengakibatkan motor berhenti lebih cepat dan menimbulkan efek penge”rem”an [brake]


Untuk menghilangkan EB ini, dengan cara memisahkan ujung / terminal kumparan motor agar benar2 terpisah / tidak tersambung secara langsung pada saat “stand-by”

Seperti artikel terdahulu, dua cara yang bisa diterapkan :

DENGAN MENGGUNAKAN KOMPONEN DIODA


Penerapan pada PCB NQD versi 2,4GHz


Hanya dengan memotong sedikit jalur PCB [garis kuning] kemudian menyambungkan dua buah dioda [ IN4006] seperti pada gambar diatas. Maka masalah EB bisa teratasi. EB hilang.

DENGAN MENGGUNAKAN RELAY



Penerapan Pada PCB NQD versi 2,4GHz


garis kuning = pemotongan jalur pada PCB

semoga artikel singkat ini bisa memberikan informasi dan mampu membantu pembaca dalam berkreasi serta
bisa menginspirasi  hobbies QD.. Salam QD'ers


ARTIKEL INI ADALAH HASIL EXPERIMENT DARI BIYANT RUMPOKO,
BUKAN MERUPAKAN COPAS ATAUPUN EDITAN DARI BLOG MAUPUN SITUS LAIN

Senin, 28 Oktober 2013

NGAKALI PENGANTIAN TR STEERING – QD

Jika pada beberapa merk ditemukan perbedaan pola jalur dan komponen itu adalah wajar. Namun jika Type transistor sama tapi kakinya berbeda..??

Hingga sejauh ini penulis telah “menemukan” / “menjumpai” hal ini saat penulis mengalami kejadian yang mungkin sama dengan yang dialami pembaca, gagal terus saat mengganti TR steering yang rusak.. hasilnya malah keluar asap... bahkan meledak pecah.. hingga sampai berkali-kali [pernah yha..??]. seandainya tidak ada perbedaan sangat mudah bagi orang awam untuk melakukan penggantian TR ini. tinggal beli seri yang sama, yang rusak dilepas, pasang yang baru sesuai aslinya .. beres...
Kenapa bisa begitu.. ?? inilah salah satu biang keladinya 

Pertama
Langsung perhatikan contoh dibawah ini :

Tapi setelah diganti dengan type TR sama dan posisi letak kaki sama... Hasilnya keluar asap ..
Saking penasarannya diulang lagi, keluar asap lagi. ..  
Kemudian mencoba cek pada TR yang masih baru [type sama]
Hasilnya :  letak kaki [B-C-E] berbeda dengan pola PCB [in/out/vcc]. 
Dengan sedikit orek-orek letak kaki secara pengukuran/pengetesan.  Kemudian mengurutkan dan menyesuaikan letak kaki diPCB. setelah yakin posisi kaki TR [ B-C-E ] dan letak jalur PCB [in/out/vcc] , secara nekad penulis mencoba cara membalik kaki TR tersebut [dengan resiko keluar asap lagi-rusak lagi - beli TR lagi - kebakar lagi, coba lagi] spt gambar dibawah ini.
Keadaan ini jarang terpikirkan / tidak disadari.  Karena membalik kaki transistor adalah langkah yang “tidak umum” menurut teori [ kata ahlinya]
Tapi hasilnya ....  yess... roda depan bisa “tengok-kanan, tengok-kiri”
impas dengan ketegangan, penasaran, kejengkelan dll.

Keadaan ini jarang terpikirkan / tidak disadari.  Karena membalik kaki transistor adalah langkah yang “tidak umum” menurut teori [ kata ahlinya]
Tapi hasilnya ....  yess... roda depan bisa “tengok-kanan, tengok-kiri”
impas dengan ketegangan, penasaran, kejengkelan dll.

Selanjutnya  cara ini dicoba-ulang setiap ada kesempatan memperbaiki rangkaian steering yang harus membalikkan kaki TR-nya. Hasilnya bisa menghemat biaya dan waktu.. terlebih rasa puas dan lega yang didapat.....

Kedua
Perbedaan yang “ditemukan” / “dijumpai” penulis kedua adalah  POLA PCB
Beda merk beda versi pola PCB adalah wajar, tapi...... J J
perhatikandan bandingkan dulu 2 model PCB contoh berikut ini
GBR-01

GBR-02
Garis setengah lingkaran kuning di PCB adalah posisi awal / bawaan
Garis setengah lingkaran merah adalah visualisasi TR menurut datasheet-nya
Pada GBR-01 posisi dan letak kaki TR bawaan sama dengan Datasheet-nya
pada GBR-02 posisi dan letak kaki TR bawaan tidak sama dengan Datasheet-nya.

Keduanya menggunakan TR yang sama, toh juga bisa berfungsi dengan baik pada kedua-duanya. Padahal pola jalur PCB beda letak kakinya [B-C-E nya ] penulis nggak tau sebab pastinya.. hehehe....

Masalah yang timbul adalah bagaimana jika PCB GBR-01 rusak dan TR penggantinya seperti pada PCB GBR-02..?
Begitu sebaliknya jika PCB GBR-02 yang rusak dan TR Penggantinya seperti pada PCB GBR-01 ..?
nah disinilah perlunya ketrampilan  membaca/mengurutkan jalur pada PCB dan ketrampilan pengecekan kaki TR.

Hingga saat ini penulis masih kesulitan menjelaskan cara pengecekan kaki TR secara tertulis. Apa lagi dengan bahasa yang mudah dimengerti. Untuk mempelajari cara pengecekan dan identifikasi kaki TR silakan anda pelajari  dan tanyakan pada ahlinya. Atau bisa TANYA “Mbah Google”  JJJ... 

Satu lagi, .....   Kenapa bisa terdapat perbedaan, secara jelas penulis-pun tidak mengerti. Namun kadang mendengar istilah “Original” , “Palsu”, “Tembakan”, Sablon-an”,dll. Mungkin ini yang terjadi... atau mungkin ada pembaca yang lebih ahli, mengetahui dan bisa menjelaskan hal tersebut, diharapkan share-nya  [jika ikhlas berbagi .. J J ] di kolom komentar blog ini.

Tanggal 28 Okt 2013
Melalui FACEBOOK-GROUP.
Sebuah share oleh rekan dari Salatiga,  tentang perbedaan yang ada bisa dilihat dari huruf depan TR [yang selama ini penulis kurang memperhatikan] "H" dan "S" seperti gambar yang dikirim oleh Sdr.Kissroen dari Salatiga dibawah ini. untuk Sdr.Kissroen, terima kasih atas share anda, sangat bermanfaat bagi penulis maupun pembaca yang lainnya



Semoga info ini bisa menambah perbendaharaan ketrampilan anda dalam hobby Radio Control Hobby umumnya dan QD-Cars Toys pada khususnya, semoga membantu ...


WARNING :

ARTIKEL INI ADALAH HASIL EXPERIMENT DARI BIYANT RUMPOKO, BUKAN MERUPAKAN COPAS ATAUPUN EDITAN DARI SITUS LAIN

Senin, 21 Oktober 2013

MELACAK KERUSAKAN TR STEERING QD


Masih banyaknya pertanyaan tentang topik ini. Penulis merasa perlu menyajikan kembali disini. Artikel ini merupakan pengulangan artikel yang lalu yang berjudul :
CARA CEPAT DETEKSI KERUSAKAN KEMUDI
Jika pada artikel tersebut disajikan cara cepat, maka pada artikel ini disajikan kembali dengan versi yang lebih detail dan diharapkan bisa memberikan gambaran yang lebih jelas untuk berkreatifitas.

Kerja Transistor

Rangkaian ini terdiri dari 6 Transistor.  [selanjutnya ditulis TR]
2 TR sebagai drive, dimana sinyal perintah yang sudah berbentuk tegangan akan dikuatkan dan digunakan untuk mengaktifkan  4 TR lainnya berfungsi sebagai switch tegangan motor sesuai perintah yang diterima
Yang paling sering rusak adalah keempat TR switch tegangan ini. Terdiri dari 2 macam seri yang umum digunakan [ 8050 dan 8550 ]. 
Sepasang 8050 dan 8550 menghidupkan motor dalam satu arah [kiri].
Kemudian sepasang lagi menghidupkan motor dengan arah sebaliknya [kanan] 
Skema dapat dilihat kembali DISINI

Untuk mengetahui TR mana yang rusak [terbakar/ bocor] banyak cara yang bisa dilakukan.
Berikut ini adalah salah satu Tip-nya.

Setelah diketahui ciri-ciri TR steering [ baca : Mengenali Ciri-ciri TR Steering] kemudian mencari letak TR tersebut. Untuk mempermudah,  gambarlah denah letak TR di PCB pada selembar kertas sesuai dengan PCB yang ada. Beri tanda keempat TR tersebut dengan A - B - C – D. Baik pada PCB maupun pada gambar dikertas.[atau tanda lain]

Melakukan pengukuran pada terminal sambung motor dengan menggunakan Volt-meter pengukuran dilakukan dengan melepas sambungan motor terlebih dahulu.

Yang perlu diperhatikan pada review dibawah ini adalah :
TR-TR mana yang terhubung dengan tegangan positip [ catat / tandai ]
TR-TR mana yang terhubung dengan tegangan negatip [ catat / tandai ]
Letak titik pengukuran. Garis merah dan hitam yang mewakil "probe" volt-meter
Petunjuk gerakan jaruk volt-meter [ catat ]

Pencatatan dan penandaan perlu dilakukan untuk mempermudah mengingat-ingat, berikut review-nya
Gbr.01
Pada posisi pengukuran ini jika ditekan kiri maka jarum akan bergerak kekanan, jika ditekan kekanan jarum akan bergerak kekiri
Gbr, 02
Pada posisi pengukuran ini, jika ditekan kanan maka jarum akan bergerak kekiri, jika ditekan kiri jarum akan bergerak kekanan
Gbr. 03
Pada posisi pengukuran ini, jika ditekan perintah kiri jarum akan kekanan [normal], namun jika tidak bergerak maka TR bertanda "A" rusak
Gbr. 04
Dengan posisi "probe" volt-meter dibalik, maka jika ditekan perintah kiri jarum akan kekanan [normal], namun jika tidak bergerak maka TR bertanda "C" yang rusak
Gbr. 05
Pada posisi pengukuran ini, jika ditekan perintah kanan, jarum akan kekanan [normal], namun jika tidak bergerak maka TR bertanda "B" rusak
Gbr. 06
Dengan posisi "probe" volt-meter dibalik, maka jika ditekan perintah kanan jarum akan kekanan [normal], namun jika tidak bergerak maka TR bertanda "D" yang rusak


















Mungkin penandaan yang dilakukan akan berbeda dengan gambar yang ada, letak titik pengukuran dan hasil tetap sama. Dengan melakukan tip ini beberapa kali secara  teliti sampai benar- benar yakin telah ditemukan komponen yang rusak dengan mencatat pada kertas tentang hasil pengukuran yang dilakukan akan lebih mudah mengingat dan menemukan kerusakannya.
Pada artikel ini, TR "A" dan "C" adalah 8550 dan TR "B" dan "D" adalah 8050
Selamat berkreatifitas - semoga membantu

WARNING :

ARTIKEL INI ADALAH HASIL EXPERIMENT DARI BIYANT RUMPOKO, BUKAN MERUPAKAN COPAS ATAUPUN EDITAN DARI SITUS LAIN

Kamis, 17 Oktober 2013

MENGENAL CIRI-CIRI TRANSISTOR STEERING - QD

Pada artikel ini, materinya pernah di postingkan. Namun karena masih banyaknya pertanyaan tentang kemudi [steering] pada RQCD,  maka kali ini dicoba untuk lebih memperjelas sekaligus menjawab banyaknya pertanyaan yang masuk seputar kemudi [steering] pada RCQD.  
Topik  ini di sajikan dalam 3 artikel :

Mengetahui  Ciri-ciri Transistor Steering QD dan
Melacak Kerusakan Transistor Steering QD [ baca
Ngakali TR pada Steering QD [baca]

Ciri-ciri Umum Transistor Steering QD

Sebelum melangkah lebih jauh perlu dikenali TR Steering pada QD tersebut, karena beberapa merk berbeda penempatannya. Untuk mengenali TR tersebut ada beberapa ciri yang bisa dikenali. Antara lain :
  • Seri TR, yang umum digunakan adalah 8050 dan 8550
  • Tersambungan langsung dengan kabel ke motor kemudi.
  • Terdiri dari 2 TR driver [ jarang rusak] dan
  • Terdiri dari 4 TR final [ yang sering rusak / terbakar ]
  • Ciri 8050 dan 8550 dapat dikenali melalui rangkaian sbb.
Pada artikel ini disajikan hanya TR final switch tegangan saja, karena komponen ini mudah rusak. terdiri dari 2.buah TR 8550 dan 2 buah 8050

Rangkaian dasar steeering dan letak kaki TR 8050 dan 8550


Rangkaian untuk satu arah [kekiri]

Jika input mendapat  tegangan perintah kiri, 8550 akan meneruskan tegangan POSITIF kekaki motor [merah] sedangkan 8050 akan menghubungkan kaki motor [hitam] ke tegangan NEGATIP sehingga motor akan berbutar kekiri. 


Rangkaian untuk satu arah [kekanan]

Jika input mendapat  tegangan perintah kiri, 8050 akan meneruskan tegangan NEGATIP kekaki motor [merah] sedangkan 8550 akan menghubungkan kaki motor [hitam] ke tegangan POSITIP sehingga motor akan berbutar kekanan. 

Mengenali komponen ini dengan memperhatikan PCB beserta komponen yang ada sangat diperlukan saat melakukan pengukuran tegangan dan penggantian komponen. semoga bermanfaat


WARNING :

ARTIKEL INI ADALAH HASIL EXPERIMENT DARI BIYANT RUMPOKO, BUKAN MERUPAKAN COPAS ATAUPUN EDITAN DARI SITUS LAIN

Senin, 30 September 2013

FIELDS STRENG METER

Alat deteksi sinyal radio control QD

Satu lagi rangkaian untuk membantu melakukan pengecekan pada radio kontrol. Rangkaian ini menyempurnakan rangkaian pada artikel terdahulu “SIGNAL CHECKER” . jika rangkaian terdahulu hanya menggunakan dioda2, rangkaian kali ini sudah menggunakan 1 TR dan catu daya 3 Volt . Rangkaian ini mengacu pada sebuah alat pada komunikasi radio [HF] yang lazim disebut FIELDS STRENG METER. Kemudian diterapkan pada RC [QD]

Dibanding dengan yang pertama rangkaian ini memiliki kepekaan yang lebih baik. Jika yang pertama antena radio control harus ditempel ke antena SIGNAL CHECKER , maka dengan rangkaian ini cukup mendekatkan antena radio control dengan antena rangkaian fields streng meter ini. [ ± 3 - 7 cm].

Dengan alat bantu ini bisa diketahui apakah radio kontrol berfungsi [memancar] atau tidak, terutama untuk masing2 pancaran perintah, cukup dengan mendekatkan antena radio control dan antena rangkaian [ ± 3 - 7 cm]. Kemudian menghidupkan berbagi perintah yang ada pada radio kontrol , maka jarum meter akan bergerak menyimpang .

Alat ini hanya untuk mendeteksi pancaran apakah bekerja atau tidak, dan tidak bisa digunakan untuk mengukur  besarnya pancaran secara akurat, karena tidak dikalibrasi secara teliti. Jika pembaca berminat silakan dikembangkan sendiri. Hingga selesainya pembuatan alat ini belum dicobakan pada radio kontrol QD versi 2,4GHz

Rangkaian

Review
BENTUK JADI

RANGKAIAN - OFF

RANGKAIAN - ON

RADIO CONTROL- Stan By,  Jarum meter belum menyimpang [0]

RADIO CONTROL - ON , Jarum meter menyimpang kekanan [Max]



ARTIKEL INI ADALAH HASIL EXPERIMENT DARI BIYANT RUMPOKO, BUKAN MERUPAKAN COPAS ATAUPUN EDITAN DARI SITUS LAIN

Rabu, 24 Juli 2013

LIGHTING RCQD


Tidak hanya menambah kecepatan dan performa lain pada RCQD. Namun bagi yang suka modif phisik barangkali artikel ini berguna. Sebuah topik ringan ini mungkin ada yang membutuhkan. Untuk mempercantik penampilan RCQD, kelengkapan lampu mungkin sangat menarik untuk ditambahkan.
Berikut rangkaian lighting sederhana untuk RCQD :

Rear & Front Lamp
Sign Lamp

Floor Lamp.

Model lampu ini biasanya dipasang dibawah chasis, untuk mendapatkan efek sinar dibawah mobil.
Banyak jenis yang bisa digunakan. Dari warna lampu, dan variasi pemasangannya  karena disesuaikan dengan kebutuhan dan selera masing-masing. Menggunakan lampu jenis LED. Dipasang langsung pada tegangan setelah saklar /switch  ON/OFF.atau
Agar menghemat baterai mobil, bisa juga ditambahkan baterai kotak [9v] dengan saklar/switch tersendiri untuk menghidupkan lampu ini.


PERINGATAN :
Semakin banyak lampu LED yang dipasang semakin redup dan semakin boros baterai – gunakan secukupnya.

WARNING :

ARTIKEL INI ADALAH HASIL EXPERIMENT DARI BIYANT RUMPOKO, BUKAN MERUPAKAN COPAS ATAUPUN EDITAN DARI SITUS LAIN

Minggu, 21 Juli 2013

LETAK DAN SERI TRANSISTOR PADA PCB

Keluaran lama : WEIDY & ACE.
Keluaran baru : Zan Zuan 1:10

Artikel kali ini berisikan review letak Transistor pada PCB
Semoga berguna bagi anda yang menginginkan informasi seri transistor yang rusak dan sudah tidak terbaca serinya. 
Berikut adalah Review dari letak Transistor pada PCB weidy, ace & zanzuan 1;10 yang ketiganya mempunyai pola PCB sama hanya beda kualitas



Warna latar tulisan kuning adalah Transistor Power Kemudi
Warna latar tulisan hijau adalah  Transistor Driver kemudi
L/R Drive nya, sedikit lupa silakan identifikasi sendiri dengan Voltmeter.

WARNING :


ARTIKEL INI ADALAH HASIL EXPERIMENT DARI BIYANT RUMPOKO,
BUKAN MERUPAKAN COPAS ATAUPUN EDITAN DARI BLOG MAUPUN SITUS LAIN

Selasa, 16 Juli 2013

TANPA JUDUL

Terima kasih kepada semua pengunjung/ pembaca blog ini. Melalui halaman khusus yang saya sediakan untuk sharing tentang isi blog ini. Hal ini saya maksudkan untuk memberi kesempatan lebih kepada pengunjung/ pembaca untuk berinteraksi.

Banyak pertanyaan yang sama, yang sebenarnya jawabannya telah ada pada artikel2 saya, mungkin penanya belum sempat "melihat-lihat" artikel lain, atau kesulitan menemukan jawabaan pertanyaannya [yang sebenarnya berada pada artikel lain diblog ini], hingga beberapa tidak terjawab.

Untuk menyempurnakan sajian artikel blog ini agar lebih bermanfaat, maka melalui halaman khusus ini saya ingin mengetahui mendapat beberapa informasi tentang apa yang anda inginkan dari seputar tehnis hobby radio control QD silakan tulis masukan anda dengan mencantumkan nama kemudian memberikan jawaban pada kolom komentar mengenai :\

1. apakah artikel dalam blog ini membantu anda ? - [ya / tidak]
2. apakah bahasa yang digunakan mudah/bisa dimengerti? - [ya / membingungkan / tidak]
3. bagian / topik apa yang paling ingin anda ketahui tentang Radio Control QD? [tidak termasuk jenis propo]

Terima kasih atas kesediaan anda memberi masukan, akan saya manfaatkan untuk berbagi informasi yang saya ketahui dari hasil eksperiment/oprek pribadi, yang tentunya sedang dibutuhkan para pengunjung/ pembaca blog ini.

Salam,
Admin Blog
BIYANT RUMPOKO

Thanks to all visitors / readers of this blog. 
Through a special page that I provide for sharing of content of this blog. 
This I intend to give more opportunity to the visitors / readers to interact.

Much the same question, the answer is actually already on my artikel2, 
perhaps we have not had time to "look around" another article, 
or difficulty finding answered question [which is actually located in another article this blog], up to several missed.

Serving to enhance this blog article to be more beneficial, 
then through this particular page I want to get to know some information about what you want 
about the technical hobby of radio control QD please write your entries with the name and then 
give the answer in the comments field: \

1. whether the article in this blog to help you? - [Yes / no]
2. whether the language used is easy / understandable? - [Yes / confusing / no]
3. section / topic what most want to know about Radio Control QD? [excludes PROPO]

Thank you for your willingness to give input, 
would I use to share the information that I know from the results of my personal experiments,
which of course are needed by the visitors / readers of this blog.

[ USE GOOGLE TRANSLATE ]

Regards,
Admin Blog
BIYANT RUMPOKO




Rabu, 22 Mei 2013

CARA CEPAT DETEKSI KERUSAKAN KEMUDI RC-QD

Deteksi Cepat Kerusakan Rangkaian Kemudi

Banyak yang masih bingung dengan  bagian ini. Terbukti banyaknya pertanyaan “simpang siur” yang masuk menanyakan bagian ini. Maka sekali lagi akan saya share kepada anda cara termudah mendeteksi dan mengatasi kerusakan rangkaian kemudi. Ibarat makanan, akan saya suapkan makanannya.. anda tinggal mengunyah, menikmati, menelannya habis-habisan dan keennyyaaaaaaang..   hehehe... 

Perhatikan  gambar skema kemudi dibawah ini  [syukur-syukur bisa hafal..hehehe..]

Gbr.1 - Skema Rangkaian Kemudi

Q7 & Q8    = 8550    Q9 & Q10 = 8050
A & B  Titik Sambungan Motor Kemudi

Lakukan pengukuran tegangan seperti tabel dibawah dengan menggunakan Volt-meter
Diukur saat “hidup tanpa perintah” [standby].

Gbr.2 - Tabel Pengukuran
PERHATIAN KERAS.... :-).. :-)  :-)

Pada penggantian transistor yang rusak, dilakukan dengan memperhatikan kaki-kaki TR [ Basis, Collector, Emitor ], bukan berdasarkan kedudukan kaki-kaki TR pada PCB, tapi berdasarkan identifikasi kaki-kaki transistor menggunakan Ohm-meter dengan benar serta skema yang ada. Perhatikan juga jalur PCB pada kaki- kaki TR, terutama 8050 dan 8550. Karena berkali-kali saya jumpai TR dengan seri yang sama dengan TR bawaan yang letak kakinya sama namun beda letak Basis. Kolektor  Emitor-nya. Hal ini disadari penulis setelah berkali-kali gagal dan menghabiskan lusinan 8050 dan 8550 Disinilah perlunya pengecekan kaki-kaki TR dengan Multimeter dengan teliti.

Nah.. inilah langkah cepat deteksi kerusakan pada rangkaian kemudi .. semoga dapat  membantu anda sekaligus memperjelas pertanyaan yang simpang siur


WARNING :

ARTIKEL INI ADALAH HASIL EXPERIMENT DARI BIYANT RUMPOKO, BUKAN MERUPAKAN COPAS ATAUPUN EDITAN DARI SITUS LAIN --- THIS ARTICLE IS A RESULT OF THE EXPERIMENT OF BIYANT RUMPOKO, NOT EDIT OR COPY-PASTE OTHER SITES

Catatan : Apakah anda kesulitan memahami bahasa yang saya gunakan..??  Silahkan tinggalkan saran di kotak komentar

[ Note:  Do you have trouble understanding the language that I use ..? Please leave suggestions in the comment box. ]

Sabtu, 20 April 2013

MEMPERBAIKI RC-QD - Part III


MELACAK DAN MEMPERBAIKI RANGKAIAN PENGGERAK RELAY

Artikel kali ini meneruskan posting yang lalu, Pada bagian III ini berisikan cara melacak dan memperbaiki rangkaian penggerak relay, yang berfungsi menggerakkan motor belakang.
Secara umum pada bagian ini terdapat 3 fungsi perintahnya, maju, mundur dan turbo  yang dikendalikan oleh tegangan keluaran IC pada kaki No11, 12 dan 10 [RX-2B]
Dengan cara melihat bagian per bagian akan memudahkan pengertian cara kerjanya. Apabila gambar skema rangkaian perintah disederhanakan akan menjadi seperti gambar dibawah ini :
gambar - 1
Ini adalah gambar skema untuk satu fungsi perintah. Dimana tegangan keluaran perintah kaki IC melalui sebuah Resistor akan menghidupkan Transistor. Jika transistor ON maka kaki relay akan terhubung ke tegangan negatif dan relay akan ON. Sedangkan relay bertugas memutus dan  menyambung aliran tegangan motor sesuai perintah. 

Mengetahui cara kerja ini menjadi sangat penting karena dari itulah modal untuk melakukan pelacakan kerusakan dan perbaikan pada rangkaian penggerak relay.

Langkah pelacakan kerusakan :

Periksa relay apakah masih baik atau putus, caranya pernah saya posting artikelnya DISINI
Lepaskan sambungan motor belakang.
Hidupkan remote dan rangkaian penerima, pastikan remote dan baterai dalam keadaan tidak rusak, lihat pada artikel yang lalu. Dibawah ini adalah gambar rangkaian perintah turbo untu sample pengecekan tegangan. Sedangkan perintah maju dan mundur hanya berbeda letak kaki ICnya [tanda panah merah]
gambar-2
Tekan contol pengendali maju maka relay akan berbunyi “klik”. Kemudian tekan maksimal pengendali turbo, maka relay berbunyi lagi. Jika relay berbunyi “Klik” berarti rangkaian penggerak relai dalam keadaan normal [tidak rusak]. Ulangi cara ini pada perintah gerak mundurnya. Jika relay tidak berbunyi / bekerja namun relay dalam keadaan baik, maka pengecekan tegangan dilakukan pada titik biru [pada gambar]sebesar 1,5 Volt DC,

Pengecekan tegangan keluaran terdapat pada kaki No10, 11 dan 12 [titik biru]. Caranya dengan menggunakan volt-meter probe merah pada kaki IC dan probe hitam pada tegangan negatip rangkaian. Ketiga pengecekan tegangan tersebut dilakukan secara bergantian, sesuai perintah yang ditekan seperti digambarkan pada gambar dibawah ini.
gambar-3
Tekan tuas perintah turbo, tahan, kemudian ukur tegangan pada kaki ic no 12,  Perhatikan tegangan yang terukur [ ± 1,5 Volt ]. Karena remote menghidupkan perintah turbo maka hanya salah satu kaki saja yang mengeluarkan tegangan [kaki No.12 saja]. Jika pada kaki No 12 tidak keluar tegangan ukur pada kaki No 11 dan No 10 [masih dalam keadaan tuas perintah turbo ditekan] catat posisi kaki yang keluar tegangan tersebut sebagai keluaran perintah turbo. Jika kaki IC mengeluarkan tegangan pada saat ada perintah turbo maka maka perintah turbo masih bekerja dengan baik.

Cara pengecekan tegangan keluaran maju dan mundur adalah sama dengan cara diatas dengan menekan masing-masing perintah. Sedangan keluaran perintah maju, turbo dan mundur berada pada kaki  IC. No.10, No.11 dan No.12 [lihat gambar]

Jika tegangan keluaran untuk masing-masing perintah terukur dan bekerja normal, kemudian relay dalam keadaan baik [ tidak putus ] maka kerusakan terdapat pada transistor penggerak relay  [ 8050 atau type lain ]. Kemungkinan lain adalah rusaknya R1 [resistor] namun hal ini jarang terjadi. 

Kemungkinan kerusakan lain : jika relay pada masing-masing perintah normal [ ada bunyi “klik”] namun motor tidak bisa berputar maka kerusakan terdapat pada relay atau motor.
Pengecekan : ukur tegangan motor dengan melepas sambungan motor terlebih dahulu. Jalan kan perintah maka akan terukur tegangan keluaran motor [± sama dengan tegangan baterai]. Tegangan tidak akan keluar pada titik sambungan motor jika relay dalam kondisi rusak.[walaupun bisa berbunyi”KLIK”]

Jika tegangan keluaran motor tersebut normal namun motor belum bisa berputar periksa sambungannya.

jika sambungan dalam kondisi baik masih juga belum bisa berputar berarti motor nya yang rusak. Ganti dengan yang baru.

Selesai sudah artikel memperbaiki kerusakan pada RCQD bagian III ini. Semoga artikel ini menjadi sebuah informasi yang berguna dan bisa memberikan sekilas gambaran tentang cara kerja dan pelacakan kerusakan yang sering terjadi pada rangkaian RCQD, dengan harapan bisa membantu pembaca/ hobbies dalam menangani kerusakan yang mungkin dialami..

Sulit bagi saya untuk memaparkan secara teoritis dengan detail.. karena saya hanya praktisi yang kurang menguasai teori detail. Karena hanya berupa catatan hasil dari “oprek-pribadi”, dimungkinkan ada yang terlewatkan dalam artikel ini,  koreksi dan saran sangat diharapkan.

WARNING :

ARTIKEL INI ADALAH HASIL EXPERIMENT DARI BIYANT RUMPOKO, BUKAN MERUPAKAN COPAS ATAUPUN EDITAN DARI SITUS LAIN


Jumat, 12 April 2013

MEMPERBAIKI RC-QD - Part II

Memperbaiki Unit Penerima

Setelah pada bagian pertama membahas cara perbaikan pada remote unit [TX], maka bagian ini akan membicarakan perbaikan receiver [ rangkaian penerima ] yang terdapat pada mobil rc [QD] namun topik ini terlalu panjang untuk di tulis dalam satu  artikel, maka kali ini hanya membahas bagian kemudi saja. Untuk bagian lain akan diposting melalui artikel lain.

Kemudi

Pada rc qd , rangkaian elektronik pengendali kemudi memang sering rusak, rata2 karena terjadi beban lebih sehingga transistornya tidak mampu. Yang terjadi berikutnya adalah transistor rusak, dan kemudinya tidak berfungsi [tidak bisa belok ]

Karena yang akan kita hadapi adalah komponen elektronika, maka perbaikan pada rangkaian ini membutuhkan kecermatan, dan sedikit pengetahuan dasar elektronik. Pemahaman tentang transistor sangat dibutuhkan untuk bisa memperbaiki [kecuali memang mau coba2 dengan resiko semakin rusak atau BERHASIL ]. 

Namun bagi pakar dan praktisi elektronika artikel ini nggak ada nilai tambahnya...  mereka dengan mudah mampu mengatasinya. 
Rangkaian ini terdiri dari 6 buah transistor. 2 buah berfungsi untuk penguat pemicu perintah [ satu kiri, satu kanan ] kemudian 2 buah untuk penggerak putaran kekiri, 2 buah lagi penggerak putaran kekanan. Dibantu 4 buah resistor yang berfungsi untuk pembatas arus dan titik kerja transistor.

Sekilas  gambaran cara kerja rangkaian

Skema ini dikenal dengan H-Bridge.  Gambar skema ini sudah ada pada artikel terdahulu. Namun untuk memudahkan pemahaman  maka digunakan lagi. Dan sebelum melangkah cara perbaikan disarankan untuk memahami cara kerja rangkaian.

gbr-01

Saat perintah belok kiri ditekan, penerima mendeteksi sinyal perintah kemudian menghidupkan kaki IC no 6, jika Kaki IC No.6 hidup, maka Q6  akan menghantar dan mengaktifkan Q3 dan Q4 secara bersamaan. Saat  Q3 “on” maka akan menghantarkan kaki motor A ke tegangan negatif, sedangkanpada Q4yang juga“on”akan menghantarkan kaki motor B ke tegangan positif. Maka motor akan berputar kearah kiri.

Saat perintah belok kanan ditekan, penerima mendeteksi sinyal perintah kemudian menghidupkan kaki IC no 7, jika Kaki IC No.7 hidup, maka Q1  akan menghantar dan mengaktifkan Q2 dan Q5 secara bersamaan. Saat  Q2 “on” maka akan menghantarkan kaki motor A ke tegangan positif, sedangkan  pada Q4 yang juga “on” akan menghantarkan kaki motor B ke tegangan negatif. Maka motor akan berputar kearah kanan.

Ciri-ciri letak komponennya adalah dekat kabel motor depan.  [review pada salah satu model PCB]

gbr-02

gbr-03

Pengecekan Rangkaian.

Melihat dan mengamati phisik transistor  [dalam kotak merah pd gbr-02 / gbr-03 ] apakah ada kerusakan pisik pada transistor misalnya melepuh, retak, berlubang, bahkan pecah. Jika hal menemui hal ini, maka  ganti TR yang rusak dengan yang baru.
Jika tidak terlihat kerusakan pisik, dengan cara pengecekan tegangan rangkaian.

Hidupkan pemancar  kontrol, hidupkan rangkaian penerima

 Pengukuran keluaran IC kaki no. 6  [ angka 1]
Gunakan volt-meter dengan probe merah berada di kaki IC no.6 sedangkan probe hitam berada di jalur negatif, kemudian putar kontrol kiri [ amati volt-meter ] putar lagi kontrol kanan [amati volt-meter]. Pada salah satu posisi [kiri atau kanan] kaki no.6 harus terukur ada tegangan ± 1,5volt
Langkah pengecekan kaki IC no.7 sama dengan langkah pengecekan diatas.

Pengukuran keluaran kaki IC no. 7 [ angka 2 ]
Gunakan volt-meter dengan probe merah berada di kaki IC no.7  sedangkan probe hitam berada di jalur negatif, kemudian putar kontrol kiri [ amati volt-meter ] putar lagi kontrol kanan [amati volt-meter]. Pada salah satu posisi [kiri atau kanan] kaki no.6 harus terukur ada tegangan ± 1,5volt

Yang perlu diperhatikan dalam pengecekan ini adalah :
Untuk mengetahui secara pasti mana yang kiri dan mana yang kanan, perhatikan saat memutar kendali kiri kaki No.6  atau No. 7 yang mengeluarkan tegangan, berarti kaki tersebut adalah keluaran perintah kiri  demikian sebaliknya.

Pengecekan pada angka 3 dan 4 [Q1 & Q6]: adanya perubahan tegangan saat perintah diaktifkan berarti TR FCS9014  [atau type lain] normal. Terutama pada kaki Basis dari TR 8050 maupun  8550 [kolektor FCS9014] harus berfungsi dengan baik,

Pengecekan keluaran motor  [titik A dan B pada gbr.01]

gbr-04

Keadaan pengukuran dengan Volt-meter [gbr kiri]
akan menyimpang sebesar tegangan baterai hanya pada satu perintah tertentu [ kiri saja atau kanan saja]  jika tidak ada tegangan bisa diperkirakan kerusakan terdapat pada Q2 [8550]

Keadaan pengukuran dengan Volt-meter [gbr kanan]
akan menyimpang sebesar tegangan baterai hanya pada satu perintah tertentu [ kiri saja atau kanan saja]  jika tidak ada tegangan bisa diperkirakan kerusakan terdapat pada  Q4 [8550]

gbr-05

Keadaan pengukuran dengan Volt-meter [gbr kiri]
akan menyimpang sebesar tegangan baterai hanya pada satu perintah tertentu [ kiri saja atau kanan saja]  jika tidak ada tegangan bisa diperkirakan kerusakan terdapat pada  Q3 [8050]

Keadaan pengukuran dengan Volt-meter  [gbr kanan] 
akan menyimpang sebesar tegangan baterai hanya pada satu perintah tertentu [ kiri saja atau kanan saja]  jika tidak ada tegangan bisa diperkirakan kerusakan terdapat pada  Q5 [8050]

Pengukuran / pengecekan yang  bisa dilakukan sebelum menyambung motor depan

gbr-06

Jarum volt-meter akan menyimpang kekanan sebesar tegangan baterai hanya pada satu perintah tertentu [ kiri saja atau kanan saja] pada multimeter digital akan terbaca tegangan positif [ Mis : 9.05 v] namun jika perintah berlawanan / dibalik  maka jarum volt-meter akan menyimpang kekiri [ jangan terlalu lama keadaan pengukuran terbalik ini jika menggunakan volt-meter analog ] dan pada voltmeter digital akan terbaca tegangan negatip  [Mis : -9.6v] 

Detail kaki Transistor
gbr-07
Cara termudah adalah : ganti keempat transistor [8050 - 2 buah, 8550 - 2 buah] Pastikan pemasangan transistor dengan benar.
Mempelajari kemudian memahami bagian per bagian sangat diperlukan, semoga berguna. 

WARNING :

ARTIKEL INI ADALAH HASIL EXPERIMENT DARI BIYANT RUMPOKO, BUKAN MERUPAKAN COPAS ATAUPUN EDITAN DARI SITUS LAIN