Laman

Kamis, 11 Desember 2014

CARA KERJA RANGKAIAN KEMUDI R/C-QD

Cara  kerja rangkaian steering RCQD


Apa kabar semua?? lama tidak menambahkan catatan pada blog ini. Banyaknya pertanyaan tentang steering dan tidak mungkin menjawabnya 1/1 dari rekan-rekan yang masih belum berhasil memperbaiki rangkaian ini.  Perlu sekali untuk memahami cara kerja dari rangkaian tersebut sebelum melakukan perbaikan. Catatan kali ini tidak jauh berbeda dengan beberapa artikel terdahulu, berbeda illustrasi gambar untuk mencoba memberikan gambaran cara kerja rangkaian sesederhana mungkin, agar lebih mudah dipahami.

CARA KERJA

Gbr. 01



KEKANAN :
Sinyal keluaran IC Pin 14 akan menghidupkan TR”HIJAU” (C945 – type lain)
TR hijau “ON” – Mengaktifkan TR”BIRU” dan TR”UNGU” secara bersamaan, dan yang terjadi selanjutnya adalah :

 - TR”BIRU” akan mengalirkan tegangan positif (+) ke terminal motor B
 - TR”UNGU” akan menghubungkan terminal motor A ke tegangan negatif (-)
 - Motor akan berputar (misalnya kekanan)

Perjalanan arus  (Current Flow) dapat dilihat pada gambar dibawah ini :


Gbr. 01



KEKIRI :
Sinyal keluaran IC Pin 1 akan menghidupkan TR”KUNING” (C945 – type lain)
TR hijau “ON” – Mengaktifkan TR”MERAH” dan TR”ORANGE” secara bersamaan, dan yang terjadi selanjutnya adalah :

 - TR”MERAH” akan mengalirkan tegangan positif (+) ke terminal motor A
 - TR”ORANGE” akan menghubungkan terminal motor B ke tegangan negatif (-)
  - Motor akan sebaliknya (kekiri)

Perjalanan arus  (Current Flow) dapat dilihat pada gambar dibawah ini :


Gbr. 03

Gambar-gambar diatas PIN IC yang dimaksud menggunakan IC RX-2B 

Sederhana memang cara kerjanya. Namun pada kenyataannya saat penggantian TR Steering sangat dibutuhkan adalah kecermatan dalam menentukan kemudian meletakkan/memasang kaki2 TR –nya secara tepat. Hal ini WAJIB dikuasai untuk mengatasi adanya :

Seri / type TR yang kita dapatkan/beli sering berbeda
Mis : seri aslinya adalah S8050, sedangkan yang bisa kita dapatkan seri  C8050 atau H8050 yang masing-masing seri berbeda letak kakinya.

Perbedaan layout PCB. Perbedaaan yang pernah dijumpai adalah letak kaki “B” (basis) dari TR tersebut. Ada yang terletak dipinggir kiri/kanan dan ada yang ditengah.

sebagai contoh perbedaan  :




Perbedaan-perbedaan ini-lah yang sering membuat kita gagal dalam perbaikan dan membuat stress berat.. karena letak kaki TR belum tepat. Dan  hasilnya... terpaksa harus menghirup sedapnya asap dari TR-TR yang terbakar....   Namun jangan kuatir, asal bisa mengukur/ menentukan kaki-kaki dari TR dengan benar.. dan memasangkannya dengan benar pula, hal ini bisa dihindari.  Semoga catatan ini bisa membantu bagi yang membutuhkan 



WARNING :


ARTIKEL INI ADALAH CATATAN HASIL EXPERIMENT DARI BIYANT RUMPOKO,
BUKAN MERUPAKAN COPAS ATAUPUN EDITAN DARI BLOG MAUPUN SITUS LAIN



Jumat, 24 Januari 2014

Li-Po ADAPTER QD

Li Po Adapter :
Rangkaian Penyesuai Soket LiPo ke Soket 3 Pin untuk RCQD 

Tidak perlu banyak tulisan di artikel kali ini, ide ini belum dicoba secara langsung, baru taraf simulasi dan pengukuran langsung pada rangkaian. Belum dicobakan ke PCB.
Mungkin anda ingin mencoba..
Cara ini lebih mudah jika dibanding dengan cara pada artikel LiPo yang lalu. karena LiPo yang 2 Pin langsung dikonversi menjadi 3 Pin.

Rangkaian ini dipasang diluar PCB. Merupakan rangkaian penurun tegangan 11,1 volt  [LiPo] ke 7,5  volt.
Tegangan ini dibuat untuk men-supply rangkaian PCB dan disediakan untuk speed 1. Dengan keluaran socket 3 pin seperti baterai bawaan RCQD pada umumnya.


Mungkin TR D882 akan panas, jika itu terjadi, coba diparalel beberapa biji. 




Mengganti semua Condensator Elektrolit dengan voltage yang lebih besar. [ pada bagian kotak merah, pada gambar]  mis : xxx uF/10V menjadi xxx uF/ 16v  [atau lebih besar]

IDE INI BELUM DICOBA SECARA LANGSUNG KE PCB, BARU TARAF SIMULASI DAN PENGUKURAN RANGKAIAN. Semoga menginspirasi kreatifitas rekan hobbies untuk menemukan inovasi-inovasi baru.....
Masukan  dari yang lebih memahami sangat diharapkan. Silakan sampaikan di kolom komentar atau disini 

WARNING :

ARTIKEL INI ADALAH HASIL EXPERIMENT DARI BIYANT RUMPOKO,
BUKAN MERUPAKAN COPAS ATAUPUN EDITAN DARI BLOG MAUPUN SITUS LAIN